Close Panel
Home Umum Setiap 40 Detik, Satu Orang Bunuh Diri

Layanan Website

Aplikasi Berbasis Website :

- Sistem Informasi Sekolah - Sistem Informasi Perpustakaan - Sistem...
Selengkapnya

Jasa Pembuatan Toko Online

Kreatifweb adalah rekan Anda dalam mewujudkan toko online yang...
Selengkapnya

Jasa Pembuatan Web Dinamis

Website dinamis adalah jenis website dimana anda sebagai owner...
Selengkapnya

Jasa Maintenance Website

Pentingnya website sebagai media pencitraan dan penunjang usaha kita,...
Selengkapnya

Setiap 40 Detik, Satu Orang Bunuh Diri PDF Cetak E-mail
Sabtu, 14 Agustus 2010 20:57
Addthis

Sekitar satu juta orang melakukan bunuh diri di seluruh dunia pada tahun 2000. "Artinya, setiap 40 detik, seseorang melakukan tindak bunuh diri di suatu tempat di dunia, sementara setiap tiga detik seseorang mencoba untuk mati," kata Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Warih Andan Puspitosari SpKJ

Dan lanjutnya, pada saat yang sama, setidaknya setiap tindakan burun diri tersebut memberikan dampak yang serius pada sedikitnya enam orang lainnya. Menurutnya Warih, bunuh diri merupakan masalah kompleks tanpa satu penyebab dan alasan tunggal. "Bunuh diri merupakan hasil interaksi yang rumit antara faktor biologis, genetis, psikologis, sosial, kultural, dan lingkungan,'' kata Warih, yang berbicara pada diskusi ''Depresi dan bunuh diri" di Kampus Terpadu UMY, Bantul, Sabtu (14/8).

Dengan segala interaksi ini, kata dia, menjadi sangat sulit dijelaskan mengapa sebagian orang yang mempunyai masalah lalu memilih melakukan tindak bunuh diri. Sementara sebagian orang yang memiliki masalah serupa yang sebenarnya lebih buruk lagi tapi tidak melakukannya.

Warih mengungkapkan hilangnya harapan atau keputusasaan menjadi faktor terbesar yang memunculkan keinginan untuk bunuh diri, terlebih bagi penderita depresi berat. Dijelaskannya, depresi adalah diagnosis yang paling umum dalam tindak bunuh diri. Setiap orang merasa depresi, sedih, kesepian, dan tidak stabil dari waktu ke waktu, namun biasanya perasaan tersebut akan berlalu.

"Bila perasaan itu menetap dan menggangu kehidupan normal seseorang, mereka berhenti mengalami perasaan depresi dan kondisi tersebut berubah menjadi penyakit depresi," kata Warih dalam rilis Humas UMY. Secara umum, tuturnya, gejala depresi meliputi perasaan sedih hampir sepanjang hari setiap harinya, hilangnya minat terhadap aktivitas yang biasa dilakukannya, berat badan berkurang atau sebaliknya bertambah.

Selain itu, lanjut, tidur telalu banyak atau sedikit atau terbangun terlalu dini, merasa lelah dan lemah sepanjang waktu, merasa tidak berguna, lekas marah atau gelisah, sulit berkonsentrasi, mengambil keputusan, mengingat sesuatu, dan memiliki pemikiran berulang mengenai kematian dan bunuh diri. Sayangnya, katanya, depresi ini sering tidak terdiagnosa meskipun berbagai macam pengobatan tersedia.

Sumber: republika online

 

Add comment


Security code
Refresh

DESAIN WEBSITE CANTIK

Pusing bikin website cantik menarik? Lihat solusi dari kami... Ubahlah desain website Anda menjadi lebih menarik dan profesional. Langsung aja Hubungi Kami

Speed Up And Optimize Your PC Beyond Brand New

Click Here!

free web site traffic and promotion

Who's Online

Kami memiliki 13 Tamu online
Facebook MySpace Twitter Google Bookmarks RSS Feed