| Aplikasi Berbasis Website :- Sistem Informasi Sekolah - Sistem Informasi Perpustakaan - Sistem... Selengkapnya |
Jasa Pembuatan Toko OnlineKreatifweb adalah rekan Anda dalam mewujudkan toko online yang... Selengkapnya |
Jasa Pembuatan Web DinamisWebsite dinamis adalah jenis website dimana anda sebagai owner... Selengkapnya |
Jasa Maintenance WebsitePentingnya website sebagai media pencitraan dan penunjang usaha kita,... Selengkapnya |
| Negara Lebih Kaya tak Berarti Warganya Lebih Sehat |
|
|
|
| Selasa, 17 Agustus 2010 05:13 |
|
Saran salah satu
penasihat utama Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahwa negara harus kaya
agar rakyatnya sehat tampaknya harus dikoreksi. Sebuah tim ilmuwan sosial
Inggris yang mempelajari data dari 22 negara selama hampir 50 tahun untuk
menguji prinsip bahwa menstimulasi pertumbuhan ekonomi secara otomatis
meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang,
menunjukkan hasil berbeda. Studi mereka dipublikasi di jurnal Social Science
and Medicine. Mereka
mengemukakan, dari penelitian mendalam itu, dalam beberapa kasus kesehatan
suatu populasi tetap memburuk bahkan setelah pendapatan nasional negara itu
meningkat. "Hal ini karena masalah kemiskinan dan ketimpangan yang
diabaikan oleh para pembuat kebijakan yang lebih khawatir tentang pertumbuhan
ekonomi, sebuah strategi yang sungguh keliru," kata para peneliti. Sekilas, teori itu
masuk akal, namun pada praktiknya, tidak selalu demikian. "Argumen lebih
kaya maka akan lebih sehat adalah gagasan bahwa jika Anda memiliki pertumbuhan
ekonomi, Anda akan mendapatkan sumber daya yang akan membantu kesehatan
masyarakat untuk meningkatkan secara keseluruhan, "kata Larry King,
pimpinan departemen sosiologi Dalam penelitiannya,
tim King melihat efek dari kemiskinan dan ketimpangan di 22 negara Amerika
Latin 1960-2007. Studi mereka dianalisis menggunakan tiga ukuran standar
kesehatan masyarakat - usia harapan hidup, tingkat kematian bayi, dan angka
kematian akibat penyakit TBC - terhadap produk domestik bruto (PDB) per kapita
sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Hasil awalnya,
masing-masing satu per kenaikan persen PDB terkait dengan 1,2 persen
pengurangan angka kematian bayi dan peningkatan harapan hidup sekitar 22 hari. Namun, ketika
hubungan antara kekayaan dan kesehatan diperiksa di seluruh periode, dan
termasuk distribusi kekayaan, pola yang berbeda muncul. Selama periode
ketika kesenjangan melebar, misalnya, studi ini menemukan bahwa 1 per kenaikan
persen dalam PDB menyebabkan penurunan lebih rendah tingkat kematian bayi, dan
tidak berpengaruh sama sekali pada tingkat kematian akibat tuberkulosis (TBC)
atau harapan hidup. Menurutnya, banyak
aspek yang mendorong kesehatan masyarakat yang tak selalu terkait dengan
kenaikan pendapatan. "Penelitian kami menemukan kekayaan yang tidak cukup.
Jika para pembuat kebijakan ingin meningkatkan kesehatan, mereka perlu melihat
lebih dekat pada dampak yang mereka inginkan terhadap standar kehidupan
individu," ujarnya. Sumber: Republika
Online |
Pusing bikin website cantik menarik? Lihat solusi dari kami... Ubahlah desain
website Anda menjadi lebih menarik dan profesional. Langsung aja Hubungi Kami






![]() | Today | 751 |
![]() | Yesterday | 671 |
![]() | This week | 3662 |
![]() | Last week | 6705 |
![]() | This month | 7734 |
![]() | Last month | 28421 |
![]() | All days | 279070 |
Selengkapnya |