| Aplikasi Berbasis Website :- Sistem Informasi Sekolah - Sistem Informasi Perpustakaan - Sistem... Selengkapnya |
Jasa Pembuatan Toko OnlineKreatifweb adalah rekan Anda dalam mewujudkan toko online yang... Selengkapnya |
Jasa Pembuatan Web DinamisWebsite dinamis adalah jenis website dimana anda sebagai owner... Selengkapnya |
Jasa Maintenance WebsitePentingnya website sebagai media pencitraan dan penunjang usaha kita,... Selengkapnya |
| Hati-hati, Sepatu Hak Tinggi Pemicu Radang Sendi |
|
|
|
| Jumat, 13 Agustus 2010 22:15 |
|
Sepatu berhak tinggi ibarat belati yang
mengiris-iris dan menekan sendi-sendi kaki wanita, namun hingga kini tetap saja
jutaan perempuan di dunia menikmati "hubungan intim" dengan sepatu
itu. Pandangan para wanita pecinta sepatu hak tinggi mungkin akan berubah
jika mereka menyimak penelitian mutakhir dari para peneliti Iowa State
University (ISU), Amerika Serikat, yang mempelajari efek berjalan dengan "high
heels" dan gaya yang bekerja pada sendi rendah. Dalam penelitian tersebut, dua ahli sendi
(kinesiolog) Universitas Iowa Danielle Barkema dan Profesor Phil Martin
mengungkapkan bahwa alas kaki berhak tinggi akan mengirimkan gelombang kejut
dari tumit hingga tubuh dan memberikan tekanan besar pada bagian dalam lutut.
"Jika hal ini berlangsung terus-menerus, wanita yang kerap bersepatu hak
tinggi bisa terkena degenerasi sendi," kata Danielle Barkema yang tengah
melakukan tesis di ISU, seperti dikutip laman mail.online.com. Barkema dan Martin juga menyimpulkan
semakin tinggi hak sepatu seseorang, semakin tinggi pula resiko terserang
osteoerthritis dan peradangan sendi. Danielle Barkema bersama Profesor Martin
telah meneliti 15 wanita yang menggunakan sepatu berhak dua inci, 3,5 inci, dan
sepatu tanpa hak. Mereka menggunakan sensor akseleromater
dan peralatan laboratorium seperti platform dan kamera, untuk menangkap gerakan
sendi pada kelimabelas wanita tersebut. Sensor dan kamera merekam pola
persinggungan sendi-sendi pada kaki mereka dan dampaknya pada pola gerakan
tubuh secara keseluruhan. Barkema menyimpulkan sepatu dengan hak dua
inci atau lebih, berkontribusi terhadap timbulnya radang sendi lutut, mengubah
posisi pergelangan kaki, lutut, panggul yang menciptakan ketegangan pada
punggung bawah dan bisa mengubah postur tubuh wanita. Penelitian dari ISU
sebelumnya telah menemukan bahwa sepatu berhak tinggi mengubah karakteristik
seseorang saat berjalan. Mereka yang suka bersepatu hak tinggi biasanya
berjalan pelan dan langkah mereka lebih pendek. Mereka yang biasa menggunakan sepatu hak tinggi, katanya, juga akan mengalami kompresi pada bagian dalam lutut, yang tinggi. "Posisi tumit, pada pengguna 'high heels' lebih tinggi. Ini berarti, mereka berjalan dengan tumpuan tumit yang lebih tinggi. Jika sepatu berhak tinggi dipakai dalam jangka waktu yang panjang, dari waktu ke waktu, niscaya bisa berkontribusi pada degenerasi sendi dan osteoartritis lutut, " kata Barkema dalam hasil studinya yang akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Masyarakat Biomekanik, Amerika di Universitas Brown. Pendapat Barkema didukung oleh fakta-kata
dari penelitian ISU terdahulu yang telah banyak mengungkap bahwa ada hubungan
positif antara sepatu hak tinggi dan perubahan persendian pergelangan kaki dan
lutut. Barkema juga menemukan bahwa memakai
sepatu hak - khususnya dua inci dan lebih tinggi, dapat mengubah postur tubuh
dengan mengubah posisi panggul yang dapat menciptakan ketegangan pada punggung
bawah. "Kami mencatat perubahan-perubahan dalam sikap serta dari berbagai sudut,
seperti lutut dan sudut pergelangan kaki. Perubahan yang paling dramatis
terjadi pada pergelangan kaki," katanya. Penelitian tersebut, kata Barkema,
terinspirasi dari saudara kembar Ashley, yang biasa melihat korban fisik dari
sepatu hak tinggi yang dialami pada rekan-rekan kerjanya. Ashley bekerja
sebagai seorang manajer ritel di sebuah toko serba ada di Chicago beberapa
tahun yang lalu. Asley dan sebagian besar rekan-rekan kerjanya, memakai sepatu
hak tinggi setiap hari. "Dia melihat banyak perempuan, terutama
perempuan tua yang telah memakai sepatu hak tinggi secara teratur, memiliki
berbagai masalah dengan lutut dan pinggul mereka," ujar Danielle Barkema. Namun demikian Barkema tidak menyarankan
perempuan untuk berhenti memakai sepatu hak tinggi sama sekali. "Saya
memberitahu teman saya untuk mencoba memakai sepatu hak tinggi yang dimoderasi
dan sekali waktu untuk memakai sepatu berhak rendah," katanya. Sumber: Republika Online |
| LAST_UPDATED2 |
Pusing bikin website cantik menarik? Lihat solusi dari kami... Ubahlah desain
website Anda menjadi lebih menarik dan profesional. Langsung aja Hubungi Kami






![]() | Today | 751 |
![]() | Yesterday | 671 |
![]() | This week | 3662 |
![]() | Last week | 6705 |
![]() | This month | 7734 |
![]() | Last month | 28421 |
![]() | All days | 279070 |
Selengkapnya |