Close Panel
Home Umum 1 dari 5 Remaja Tuli Ringan Karena Dengarkan Musik Keras-keras

Layanan Website

Aplikasi Berbasis Website :

- Sistem Informasi Sekolah - Sistem Informasi Perpustakaan - Sistem...
Selengkapnya

Jasa Pembuatan Toko Online

Kreatifweb adalah rekan Anda dalam mewujudkan toko online yang...
Selengkapnya

Jasa Pembuatan Web Dinamis

Website dinamis adalah jenis website dimana anda sebagai owner...
Selengkapnya

Jasa Maintenance Website

Pentingnya website sebagai media pencitraan dan penunjang usaha kita,...
Selengkapnya

1 dari 5 Remaja Tuli Ringan Karena Dengarkan Musik Keras-keras PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Vera Farah Bararah   
Kamis, 19 Agustus 2010 12:46
Addthis

Mendengarkan musik melalui iPod, MP3 player, handphone dan segala alat yang menggunakan earphone sudah menjadi kebiasaan remaja. Tapi gara-gara itu juga banyak remaja yang mengalami tuli ringan alias budek sedikit.
Dari survei yang dilakukan Harvard-affiliated Brigham and Women's Hospital di Boston, ditemukan 1 dari 5 remaja di Amerika mengalami kebudekan.
Bukan karena alat-alat pemutar musik itu yang salah, tapi cara mendengarkan yang kelewat keras mulai dari 85 desibel atau lebih yang membuat budek.
Survei dilakukan pada 1.800 remaja berusia 12-19 tahun di tahun 2005-2006 yang dibandingkan dengan survei kepada 3.000 remaja pada tahun 1988-1994. Hasilnya, terjadinya peningkatan gangguan pendengaran dari 15 persen menjadi 19,5 persen.
Sebagian besar remaja ini mengalami kehilangan pendengaran ringan dengan tidak mampu mendengar suara pada kekuatan 16-24 desibel. Kekuatan suara seperti antara lain suara bisikan, air yang menetes, suara daun atau suara ibu yang mengucapkan selamat malam pada anaknya yang mau tidur.
Sebagian besar mengalami kehilangan pendengaran ringan (tidak mampu mendengar suara dengan kekuatan 16-24 desibel) seperti suara bisikan, air menetes dan suara daun.
Pakar audiolog Brian Fligor Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara hair dryer dan juga vacuum cleaner.
Beberapa ahli kerap mendesak kaum remaja agar tidak menggunakan volume besar jika mendengarkan musik melalui earphone. Meskipun masih ditemukan bukti yang kurang kuat, tapi kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicunya. Karena kehilangan sedikit pendengaran akan menimbulkan masalah di sekolah dan di kemudian hari.
Brian Fligor, seorang audiolog di Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara

Sumber: detik

 

 

Add comment


Security code
Refresh

DESAIN WEBSITE CANTIK

Pusing bikin website cantik menarik? Lihat solusi dari kami... Ubahlah desain website Anda menjadi lebih menarik dan profesional. Langsung aja Hubungi Kami

Speed Up And Optimize Your PC Beyond Brand New

Click Here!

free web site traffic and promotion

Who's Online

Kami memiliki 13 Tamu online
Facebook MySpace Twitter Google Bookmarks RSS Feed